Ketegangan Baru China vs Australia,Travel Warning Dari China Untuk Warganya

PusatBroker- Hubungan antara China dan Australia semakin memburuk,negeri Tirai Bambu telah mengeluarkan peringatan ke warganya agar tidak melakukan perjalanan ke negeri Kanguru.
Peringatan ini dikelaurkan dengan alasan rasisme yang mulai meningkat di Australia terhadap orang China dan Asia.

Peringatan yang dikeluarkan pemerintah China terhadap warganya ini membuat tensi semakin memanas antara Australia dengan China.
Sebelumnya China dan Australia sudah bersitegang dengan adanya kasus penyelidikan mengenai asal virus corona yang dipelopori oleh Australia.

Akibat usulan tersebut China sudah menangguhkan impor dari empat pemasok daging sapi utama Australia. Mereka adalah Kilcoy Pastoral Company, Beef City, Dinmore dan Northern Cooperative Meat Company yang menghasilkan sekitar 35% dari ekspor daging Australia ke China.

Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai US$ 1,1 miliar. Bukan hanya daging, China juga menetapkan kenaikan tarif hingga lebih dari 80% pada impor gandum Australia karena tuduhan dumping.

Ditambah dengan peringatan berpergian warga China ke Australia.

Padahal dari data Tourism Research Australia, turis dari negeri Panda menunjukkan kenaikan terus menerus. Di September 2019, jumlah turis China yang datang naik 1,2% (YoY) menjadi 1,3 juta orang.

Dengan total biaya yang dikeluarkan para turis naik 6,8% atau menjadi A$ 12,3 miliar (sekitar US$ 8,28 miliar). Ini mewakili lebih dari 27% semua pengeluaran wisata asing selama periode itu.

Rilis Data Penting, Jumat (05/06) Sesi Pasar Amerika

PusatBroker- Jumat (05/06) saat sesi pasar Amerika akan dirilis data penting yang akan berpotensi menggerakan pasar secara segnifikan.Pelaku pasar selalu menantikan rilis data sebulan sekali setiap awal pekan.

Amerika Srikat akan merilis dua data penting sevara bersamaan pada pukul 19:30 WIB,data tersebut adalah Non Farm Payrolls (NFP) serta Rilis Data jumlah penggangguran AS pada bulan Mei.

Non Farm Payrolls bulan sebelumnya berada diangka –20537K,dengan prediksi berkurang menjadi –8000K,bila sesuai dengan prediksi atau lebih baik lagi maka dolar AS akan menguat.

Untuk rilis Tingkat Pengganguran untuk bulan Mei diprediksikan meninggkat dari 14,7% menjadi 19,8% yang mengartikan negatif bila berada pada angka tersebut.

Kanada pada jam yang sama juga akan merilis data penting,Perubahan Jumlah Tenaga Kerja untuk bulan Mei,yang bulan sebelumnya diangka -1.993,8K dan diprediksi menjadi -500,0K,bila angka yang dirilis dibawah ekspektasi pasar maka dolar Kanada akan melemah.

Kanada juga akan merils Indeks Manger Pembelian (PMI) untuk bulan Mei pada pukul 21:00 WIB.
Pada bulan sebelumnya berada pada angka 22.8.
Indeks ini adalah proyek gabungan antara Purchasing Management Association of Canada dan Richard Ivey School of Business.

Para trader valas sangat memperhatikan survei ini karena manajer pembelian biasanya memiliki akses dini terhadap data kinerja perusahaan mereka, yang dapat menjadi indikator utama mengenai kinerja ekonomi keseluruhan. Data yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat dianggap sebagai positif/optimis untuk CAD, sedangkan data lebih rendah dari ekspektasi dapat dianggap sebagai negatif/pesimis untuk CAD.

Bursa Saham Eropa Berpotensi ke Zona Hijau

PusatBroker- Saham-saham Eropa diperkirakan akan dibuka pada wilayah positif pada perdaganagn hari Senin (11/05),hal ini dikrenakan semakin banyak dilonggarkanya penguncian wilayah di negara Eropa.

FTSE London terlihat membuka 16 poin lebih tinggi pada 5.982, DAX Jerman terlihat 97 poin lebih tinggi pada 11.006, CAC 40 Prancis terlihat 29 poin lebih tinggi pada 4.572 dan FTSE MIB Italia diperkirakan akan membuka 148 poin lebih tinggi pada 17.419, menurut IG.

Investor Eropa terus mengamati perkembangan di kawasan dengan negara-negara terus secara bertahap mengangkat pembatasan kuncian. Pada hari Minggu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan langkah tentatif untuk membuka kembali ekonomi dan kehidupan publik.

Mulai hari Senin ini warga diperbolehkan kembali bekerja,tetapi dianjurkan untuk menghindari menggunakan transportasi umum jika memungkinkan.
Orang-orang juga akan diizinkan untuk melakukan olahraga dalam jumlah tak terbatas mulai hari Rabu. Anak-anak dapat kembali ke sekolah mulai 1 Juni, katanya, tetapi pencabutan pembatasan akan sangat tergantung pada data dan penurunan infeksi virus corona.

Sedangkan di Perancis toko-toko dan salon rambut dibuka hari Senin dan orang-orang tidak perlu lagi bepergian. Sekolah untuk anak-anak kecil dan pembibitan juga dibuka kembali.

Bank of Japan akan memperluas stimulus Imbas Covid-19

Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) memperluas stimulus moneter pada pertemuan Senin (27/4/2020). Mengikuti bank sentral lain, BoJ berkomitmen membeli obligasi pemerintah dalam jumlah yang tak terbatas.

BOJ mendorong jumlah maksimum obligasi korporasi dan surat berharga yang dijanjikan untuk dibeli menjadi 20 triliun yen gabungan ($ 186 miliar) dari sekitar 7 triliun yen.

“BOJ akan membeli jumlah obligasi pemerintah yang diperlukan tanpa menetapkan batas atas, sehingga imbal hasil obligasi 10-tahun akan tetap sekitar 0%,” kata bank sentral dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusan kebijakan.

Pada pertemuan hari Senin ini BOJ mempertahankan target suku bunga tidak berubah, seperti yang telah diperkirakan secara luas.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan keputusan kebijakan pada pukul 3:30 malam. (06.30 GMT).

Keputusan hari Senin mengisyaratkan bahwa kekhawatiran BOJ terhadap pandemi telah meningkat dengan cepat. Pembelian obligasi tanpa batas bukanlah pilihan ideal untuk diambil dalam pandangan beberapa pejabat, karena semakin mempersempit pilihan kebijakan bank pada saat meningkatnya ketidakpastian.

Di bawah kebijakan yang dijuluki kontrol kurva hasil, BOJ menargetkan suku bunga jangka pendek pada -0,1% dan imbal hasil obligasi 10-tahun sekitar 0%. Ia juga membeli obligasi pemerintah dan aset berisiko untuk memompa uang secara agresif ke dalam perekonomian.

Jepang memperluas keadaan darurat bulan ini yang meminta warga untuk tinggal di rumah dan bisnis tutup, menambah kesengsaraan bagi ekonomi yang sudah berada di puncak resesi.

Harga Emas Terkoreksi Pada Perdagangan Akhir Pekan

PusatBroker- Harga emas pada perdagangan akhir pekan ini melemah,harga emas mendapat sentimen dari rencana Presiden AS Donald Trump yang mendorong kembali perekonomian Paman Sam,dengan akan melonggarkan pembatasan akibat pandemi COVID -19

Harga emas menurun di tengah penguatan dolar AS setelah Presiden AS Donald Trump mulai merencanakan pembukaan kembali aktivitas perekonomian negaranya secara bertahap di tengah serangkaian data ekonomi yang mengecewakan.

Pedoman Federal yang dikeluarkan pemerintahan Trump pada Kamis (16/4/2020) merekomendasikan bahwa negara-negara bagian AS mendokumentasikan “lintasan penurunan” dalam hal kasus virus corona dan penyakit serupa flu sebelum melonggarkan perintah tinggal di rumah (stay at home).

Dolar AS menguat pada perdagangan akhir pekan ini juga mendapatkan sentimen positif keberhasilan pemerintah AS yang berhasil menguji coba obat untuk pasien covid-19 di rumah sakit kota Chicago.

Obat yang di namai Remdesivir diproduksi oleh Gilead Sciences dilaporkan berfungsi dengan baik saat diberikan kepada seluruh pasien covid-19 yang berjumlah 125 orang, menunjukkan hasil positif seperti proses pemulihan yang cepat dari keluhan demam dan gangguan pernapasan. Walhasil ini merupakan optimistisme baru bagi perbaikan ekonomi global.

Penguatan dolar AS ini menbuat harga emas turun,pada pukul 14-44 WIB untuk harga emas Comex kontrak bulab Juni 2020 turun 1,12% menjadi US$1.712,30 per troy ounce,sedangkan unutk emas Spot turun 1,36% menjadi US$1.694,33 per troy ounce.

Trump Akan Membuka Kembali Pembatasan Sosial di AS

PusatBroker- Permintaan terhadap aset amaan seperti dolar AS dan emas sedikit berkurang setelah rencana Presiden AS Donald Trump yang akan membuka kembali pembatasan sosial di AS pada awal bulan Mei ini.

Pada Rabu siang pukul 13:15 WIB,indeks dolar yang mengukur kekuatan The Greenback menguat tipis 0,15 persen menjadi 99,030 menguat 0,15 poin.

Sedangkan untuk harga emas spot turun 0,1 persen atau 1,96 poin menjadi US$1.725.01 per troy ounce. Adapun, harga emas Comex kontrak Juni 2020 melemah 0,72 persen atau 12,80 poin menuju US$1.756.10 per troy ounce.

Donald Trump pada pidato pagi tadi mengumumkan kembali rencana penghapusan pembatasan sosial di AS, yang diberlakukan sebagai pencegahan penyebaran wabah corona di AS yang telah mencatat jumlah penderita cukup tinggi.

Pejabat The Fed memandang penghapusan pembatasan sosial pada 1 Mei mendatang sebagai langkah yang terburu-buru, tetapi mungkin diperlukan sebagai langkah untuk memulihkan kondisi ekonomi yang sudah goyah.

Pelaku pasar akan menantikan data ekonomi AS yang akan dirilis malam nanti yang bisa menggerakkan dolar AS,yaitu data Core Retail Sales & Retail Sales AS jam 19:30 WIB.
Sedangkan untuk Kanada akan dinantikan kebijakan ekonomi dan moneter dari Bank of Canada pada pukul 21:00 WIB yang akan menggerakkan pair usdcad.

Dolar Melemah Imbas Kebijakan The Fed

PusatBroker- Pada hari Senin (23/03) The Fed mengeluarkan kebijakan yang membyat kekuatan dolar AS menyusut.
Pengumuman mendadak The Fed kemarin malam yang akan merilis program kredit ke pebisnis AS melalui perbankan telah memberikan sentimen negatif bagi dolar AS.

The Fed mengumumkan rencana untuk membeli surat berharga dan surat berharga yang didukung hipotek AS tanpa bata guna membantu pasar berfungsi lebih efisien ditengah ketidak pastian virus corona.

Dolar AS turun tajam ketika langkah-langkah tersebut diumumkan The Fed,tetapi secara bertahap naik kemabli karena investor melihat ke pemerintah yang juga meluncurkan stimulus.

Langkah-langkah utama The Fed yang diumumkan meliputi:

  1. Pelonggaran kuantitatif terbuka (QE). Lebih dari seminggu yang lalu, The Fed telah menetapkan batas US$ 700 miliar untuk program pembelian obligasi ini.
  2. Fed akan mulai membeli commercial mortgage backed securities (CMBS)
  3. Dua fasilitas pinjaman kepada perusahaan besar: Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Primer (PMCCF) untuk penerbitan obligasi dan pinjaman baru, dan Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Sekunder (SMCCF) untuk menyediakan likuiditas untuk obligasi korporasi yang ada.
  4. Menghidupkan kembali Fasilitas Pinjaman Sekuritas atau Term Asset-Backed Securities Loan Facility(TALF) di era krisis untuk mendukung aliran kredit kepada konsumen dan bisnis.
  5. Memperluas fasilitas likuiditas reksadana pasar uang untuk memasukkan lebih banyak obligasi daerah.
  6. Memperluas fasilitas kredit kertas komersial.

The Fed juga menyatakan mengatakan akan segera meluncurkan Program Pemberian Pinjaman Main Street Business untuk mendukung bisnis kecil dan menengah.

Harga Minyak Dunia Terus Melorot

PusatBroker-Harga minyak mentah dunia masih diselimuti sentimen negatif,pergerakan harga minyak belum beranjak dari level US$ 30 per barel.
Pada Senin (16/3) ini. Untuk minyak jenis West Texas Intermediate (WTI), harga sempat turun di bawah $ 30 per barel, atau 5,5 persen.

Sementara itu untuk Brent turun 2,9 persen menjadi $ 32,82 per barel. Penurunan terjadi akibat perang harga minyak Arab Saudi dan Rusia.

Siang ini pukul 13:06 situs Bloomberg menuliskan untuk minyak WTI kontrak bulan April 2020 turun 2.55 persen atau 0.81 poin menjadi $ 30.92 per barel,sedangkan minyak Brent turun 4.11 persen atau 1.39 poin menjadi $ 32,46 per barel.

Pelemahan juga dipicu krisis ekuitas yang terjadi akibat pandemi virus corona belakangan ini. Pelemahan tersebut menjadi kerugian mingguan terbesar harga minyak dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Perang harga minyak terjadi minggu lalu dimulai setelah Arab Saudi dan anggota kartel minyak OPEC lainnya mendorong pengurangan produksi untuk memerangi dampak wabah virus. Tetapi Moskow, produsen minyak terbesar kedua di dunia, menolak. Mereka mendorong Riyadh untuk melalui pemotongan harga besar-besaran dan janji untuk meningkatkan produksi.

Sentimen negatif juga datang dari The Fed yang kembali memangkas suku bunga acuannya pada Minggu (15/3) dalam pemotongan darurat kedua bulan ini. Bahkan Bank Sentral itu bakal menambah setidaknya US$ 700 miliar dalam beberapa pekan mendatang.

Bursa Saham Global Rontok Sentimen Status WHO Untuk Korona

PusatBroker- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin Kamis (12/03/2020) anjlok cukup dalam sehingga terpaksa harus disuspensi sementara atau halt.
Tetapi penurunan IHSG tidak sendiri,rata-rata bursa saham global mengalami penurunan,Bursa Wallstreet menutup perdagangan dengan penurunan tajam.

Peningkatan status virus corona atau covid-19 menjadi pandemi oleh World Health Organization (WHO) membuat kekhawatiran pasar diseluruh dunia.

Di Asia Tenggara, pasar modal di Thailand yang bergantung pada pariwisata jatuh hampir 11 persen, menjadi penurunan harian terbesar sejak Desember 2006. Diikuti oleh bursa Filipina yang mengalami perdagangan terburuk sejak krisis keuangan 2008, merosot sebanyak 9,7 persen.

Selain itu, bursa saham Singapura turun 3,8 persen ke level terendah dalam lebih dari empat tahun, karena para ekonom memperkirakan bahwa ekonomi Negeri Singa itu akan menyusut tajam pada kuartal pertama.

Di Indonesia, IHSG turun 5,01 persen dan harus menutup perdagangan lebih awal karena terjadi halting 30 menit sebelum penutupan. IHSG telah merosot lebih dari 22 persen dari rekor puncak yang disentuh pada 15 Januari, bahkan ketika pemerintah mengumumkan langkah-langkah keringanan pajak untuk manufaktur.

Adapun, bursa Vietnam juga melemah 5,19 persen dan telah masuk ke area bearish.

Sementara itu, di negara Asia lainnya, indeks Topix berakhir dengan penurunan tajam 4,13 persen. Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 juga ditutup dengan kemerosotan 4,41 persen.

Bursa Saham Amerika Serikat jatuh karena investor masih mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi global sambil menantikan kebijakan fiskal yang akan diambil pemerintah.

Pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2020) waktu setempat, Dow Jones turun 9,99 persen menuju 21200,62, S&P 500 anjlok 9,51 persen menjadi 2480,64, NASDAQ merosot 9,43 persen ke level 7201,80, sedangkan NYSE turun 9,99 persen menuju 10.060,77.

Dikutip dari Bloomberg, penurunan Dow Jones hingga 10 persen menjadi aksi jual terbesar sejak peristiwa Black Monday pada 1987. Adapun, S&P 500 anjlok 27 persen dari rekornya pada tiga pekan lalu, dan mencapai level terendah sejak akhir 2018.

Pemerintah Jepang & BOJ Berupaya Membangkitkan Ekonomi Jepang

PusatBroker-Pada hari Kamis (12/03/2020) setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan bank sentral siap merespons langkah-langkah lebih lanjut untuk mendukung perekonomian.

Pertemuan antara Kuroda dan Abe yang diadakan setiap beberapa bulan sekali untuk bertukar pandangan tentang ekonomi dan pasar datang menjelang pertemuan kebijakan BOJ pekan depan, di saat bank sentral terlihat akan meningkatkan stimulus moneter.

Perekonomian Jepang banyak mengalami kemunduran,epidemi virus corona semakin melemahkan ekonomi Jepang yang sudah lesu akibat ketegangan perdagangan dan melambatnya permintaan global.

Melemahnya perekonomian Jepang ini mendorong pembuat kebijakan untuk menemukan solusi guna membangkitkan kembali perekonomian.

Kuroda mengatakan BOJ telah menyediakan likuiditas yang cukup dan meningkatkan pembelian aset dalam menanggapi pergerakan pasar baru-baru ini yang terlihat seperti fluktuasi liar.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat seperlunya secara tepat waktu, sembari terus memantau perkembangan,” ujar Kuroda kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

BOJ ditekan untuk melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan 18 Maret-19 Maret di tengah merosotnya pasar saham, lonjakan yen dan kejatuhan ekonomi dari epidemi virus corona yang mengancam investasi perusahaan dan mendorong ekonomi ke dalam resesi.